16 Firing Order (FO) atau Aturan Pengapian pada Mobil

Teknisimobil.com – Distributor sebuah mobil berkerja untuk membagikan arus listrik tegangan tinggi yang berasal dari koil pengapian untuk disalurkan ke busi-busi. Memang ‘hanya’ membagi arus listrik. Tetapi, tidak sembarang membagi tentunya. Jika pada sebuah motor hanya ada satu busi maka kita tidak perlu bingung. Tetapi bagaimana jika ada dua, tiga, empat atau lebih busi? Ini akan menjadi masalah jika salah pembagian bukan? Oleh sebab itu, saya akan membagikan cara aturan pengapian pada mobil atau sering disebut firing order untuk mobil dengan beberapa silinder di dalamnya.

Aturan Pengapian pada Mobil

Aturan pengapian pada
mobil

Dalam mesin bensin, urutan pembakaran atau aturan pengapian
pada mobil yang benar diperoleh dengan penempatan kabel busi yang benar pada
distributor. Pada mesin bensin modern dengan pengapian langsung dan Engine
Control Unit (ECU) atau sistem Manajemen Engine menangani urutan pembakaran
yang benar. Terutama pada mobil dengan distributor, urutan pembakaran biasanya
ditempatkan pada mesin di suatu tempat, paling sering pada kepala silinder,
intake manifold atau penutup katup.

Untuk lebih memahaminya, berikut adalah aturan pengapian
pada mobil dan contoh-contoh penggunaanya pada jenis mobil.

Satu Silinder

Tidak perlu khawatir maka aturan pengapiannya hanya ada satu
cara yakni 1. Jenis kendaraan yang menggunakan aturan pengapian ini adalah Curved
Dash Oldsmobile.

Dua Silinder

Untuk kendaraan dua silinder, aturan pengapiannya adalah 1-2.
Jenis kendaraan yang menggunakan aturan pengapian ini adalah Buick Model B, C,
F, G, 14.

Tiga Silinder

Untuk kendaraan dengan tiga (3) silinder ada dua jenis
aturan pengapiannya yakni 1-2-3 dan
1-3-2. Contoh kendaraan yang menggunakan aturan pengapian seperti ini adalah Saab
two-stroke, Perodua Kancil engine Saab two-stroke, Perodua Kancil engine untuk
aturan pengapian pertama. Dan contoh kendaraan untuk pengapian yang kedua
adalah BMW K75 engine, Subaru Justy engine.

Empat Silinder

Untuk kendaraan empat silinder memiliki 4 (empat) jenis
aturan pengapian pada mobil, yakni.

  1. Aturan 1-3-4-2. Contoh kendaraan kebanyakan mobil dengan silinder straight-4, Honda CR-V, Mitsubishi Outlander, Toyota Yaris, Ford Taunus V4 engine.
  2. Aturan 1-2-4-3. Contoh kendaraan: beberapa British Ford and Riley engines, Ford Kent engine, Riley Nine.
  3. Aturan 1-3-2-4. Contoh kendaraan: Subaru 4-cylinder engines, Yamaha R1 crossplane.
  4. Aturan 1-4-3-2. Contoh kendaraan: Volkswagen air-cooled engine.

Lima Silinder

Untuk kendaraan lima silinder memiliki 2 (dua) jenis aturan
pengapian pada mobil.

  1. Aturan 1-2-4-5-3. Contoh kendaraan: Straight-five
    engine, Volvo 850, Audi 100.
  2. Aturan 1-3-5-4-2. Contoh kendaraan: GM Atlas
    engine.

Enam Silinder

Untuk kendaraan enam silinder memiliki 10 (sepuluh) jenis
aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

  1. Aturan 1-5-3-6-2-4. Contoh kendaraan: AMC straight-6 engine, Chrysler Slant-6 engine, Mercedes-Benz M104 engine, Maserati 3500 GT I6, Volkswagen VR6 engine, Opel Omega A, Nissan L Engine.
  2. Aturan 1-4-3-6-2-5. Contoh kendaraan: Mercedes-Benz M272 engine, Volkswagen V6’s (both engines are 90-degree V6’s).
  3. Aturan 1-6-5-4-3-2. Contoh kendaraan: GM 3800 engine, Rover KV6 engin.
  4. Aturan 1-2-3-4-5-6. Contoh kendaraan: General Motors 60° V6 engine, Mazda JE 3.0 litre 60-degree V6 engine, Chrysler Pentastar engine.
  5. Aturan 1-4-2-5-3-6. Contoh kendaraan: Ford Cologne V6 engine, Ford Essex V6 engine (UK).
  6. Aturan 1-4-5-2-3-6. Contoh kendaraan: Chevrolet Corvair.
  7. Aturan 1-6-3-2-5-4. Contoh kendaraan: Subaru Alcyone/XT-6/Vortex ER-27 Flat-6.
  8. Aturan 1-6-2-4-3-5. Contoh kendaraan: Porsche Boxster Flat-6.
  9. Aturan 1-6-2-5-3-4. Conoth kendaraan: Maserati Quattroporte IV V6-4AC-24.
  10. Aturan 1-4-2-6-3-5. Contoh kendaraan: Toyota HZ engine.

Tujuh Silinder

Untuk kendaraan tujuh silinder memiliki 1 (satu) jenis
aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

Aturan 1-3-5-7-2-4-6. Contoh kendaraan: -cylinder single row
radial engine.

Delapan Silinder

Untuk kendaran delapan silinder memiliki 13 (tiga belas)
jenis aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

  1. Aturan 1-8-7-3-6-5-4-2. Contoh kendaraan: Nissan
    VK engine.
  2. Aturan 1-8-7-2-6-5-4-3. Contoh kendaraan: GM LS
    engine, Toyota UZ engine.
  3. Aturan 1-8-4-3-6-5-7-2. Contoh kendaraan: Chrysler
    and Dodge V8s, Chevrolet Small-Block engine, Pontiac, Rover V8.
  4. Aturan 1-6-2-5-8-3-7-4. Contoh kendaraan: Straight-8.
  5. Aturan 1-5-6-3-4-2-7-8. Contoh kendaraan: Cadillac
    V8 engine 368, 425, 472, 500.
  6. Aturan 1-5-4-8-7-2-6-3. Contoh kendaraan: BMW
    S65.
  7. Aturan 1-5-4-8-6-3-7-2. Contoh kendaraan: Ford
    Modular 5.0, Ford Flathead, Bentley L410 V8 (from 1959 to 1986).
  8. Aturan 1-5-4-2-6-3-7-8. Contoh kendaraan: Ford
    Small Block 221/255/260/289/302, FE Series 352/360/390/406/410/427/428, 385
    Series Big Block 429/460.
  9. Aturan 1-5-3-7-4-8-2-6. Contoh kendaraan: Ferrari
    V8’s, (all are flat-plane crank).
  10. Aturan 1-3-7-2-6-5-4-8. Contoh kendaraan: Porsche
    928, Ford Modular V-8, 351 Windsor, 5.0 H.O., 335 series (351C/351M/400M), Bentley
    L410 V8 (from 1987 to present).
  11. Aturan 1-3-6-8-4-2-7-5. Contoh kendaraan: Alfa
    Romeo 8C.
  12. Aturan 1-2-7-8-4-5-6-3. Contoh kendaraan: Holden
    V8.
  13. Aturan 1-2-7-3-4-5-6-8. Contoh kendaraan: Cadillac
    Northstar Engine.

Sembilan Silinder

Untuk kendaraan sembilan silinder memiliki satu jenis aturan
pengapian pada mobil (kendaraan).

Aturan 1-3-5-7-9-2-4-6-8. Contoh kendaraan: Lycoming
R-680-13 engine.

Sepuluh Silinder

Untuk kendaraan dengan sepuluh (10) silinder memiliki 3
(tiga) aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

  1. Aturan 1-10-9-4-3-6-5-8-7-2. Contoh kendaraan: Dodge
    Viper V10.
  2. Aturan 1-6-5-10-2-7-3-8-4-9. Contoh kendaraan: BMW
    S85, Ford V10.
  3. Aturan 1-8-7-6-5-4-3-10-9-2. Contoh kendaraan: Isuzu
    10PE1.

Duabelas Silinder

Untuk kendaraan dengan duabelas silinder memiliki 6 (enam)
aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

  1. Aturan 1-7-5-11-3-9-6-12-2-8-4-10. Contoh
    kendaraan: 2001 Ferrari 456M GT V12.
  2. Aturan 1-7-4-10-2-8-6-12-3-9-5-11. Contoh
    kendaraan: 1997 Lamborghini Diablo VT.
  3. Aturan 1-4-9-8-5-2-11-10-3-6-7-12. Contoh
    kendaraan: Caterpillar Inc. 3412E.
  4. Aturan 1-12-5-8-3-10-6-7-2-11-4-9. Contoh kendaraan:
    Audi VW Bentley W12 engine.
  5. Aturan 1,12,7,6,3,10,11,2,5,8,9,4. Contoh
    kendaraan: Rolls-Royce Merlin
  6. Aturan 1,12,4,9,2,11,6,7,3,10,5,8. Contoh
    kendaraan: 2011 Lamborghini Aventador.

Empatbelat Silinder

Untuk kendaraan dengan empatbelas silinder memiliki satu
aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

Aturan 1L-1R-2L-2R-4L-4R-6L-6R-7L-7R-5L-5R-3L-3R. Contoh
kendaraan: (Wärtsilä)-Sulzer 14ZV40/48 V14 marine diesel.

Enambelas Silinder

Untuk kendaraan dengan enambelas silinder memiliki satu
aturan pengapian pada mobil (kendaraan).

Aturan 1-12-8-11-7-14-5-16-4-15-3-10-6-9-2-13. Contoh
kendaraan: 003 Cadillac V16 engine.

Mungkin saja ada yang tertinggal dari daftar tersebut.
Silahkan Anda kirimkan melalui kolom kommentar berikut untuk menjadi bahan
perbaikan pada artikel di atas. Terima kasih…..!

The post 16 Firing Order (FO) atau Aturan Pengapian pada Mobil appeared first on Teknisimobil.com.