4 Akibat Kelebihan Freon bagi AC Mobil

Teknisimobil.com – Kalau boleh bilang, apapun yang berlebihan tidak baik, meski itu tidak untuk beberapa hal tertentu. Tetapi, ungkapan tersebut memang benar-benar nyata bagi masalah AC mobil Anda. Kelebihan pengisian freon memang tidak baik bahkan mungkin saja dapat berakibat buruk bagi kinerja AC mobil Anda, atau setidaknya berbahaya bagi komponen mekanis AC mobil dan juga komponen elektronis AC mobil Anda. Yang jelas, akan ada masalah pada sistem AC mobil Anda apabila Anda baik dengan sengaja maupun tidak sengaja mengisi freon AC mobil terlalu banyal. Oleh karena itu, pada artikel kali ini, saya akan mencoba membahas apa saja akibat kelebihan freon bagi AC mobil. Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Pengisian freon AC pada sebuah mobil.

Akibat kelebihan
freon bagi AC mobil

Untuk diketahui bahwa jumlah freon sebagai refrigerant AC
mobil tidak akan pernah berkurang bahkan selamanya. Freon pada sistem AC mobil
hanya akan berkurang atau bahkan habis apabila terjadi kebocoran pada saluran
sistem AC mobil.

Seperti yang kita bahas pada cara kerja sistem AC mobil, pada saat saklar AC diaktifkan maka sistem AC mobil akan bekerja. Saat sistem AC bekerja, refrigerant akan bersikulasi di seluruh sistem AC mobil. Bermula dari kompresor AC mobil menuju kondensor kemudian diteruskan ke receiver drier ke katup ekspansi ke evaporator dan kembali lagi ke kompresor. Dan begitu secara terus menerus sirkulasi AC mobil akan bekerja.

Ketika terjadi kebocoran, mau tidak mau kita harus mengisi
freon pada sistem AC mobil kita. Pengisian refrigeran atau freon pada sistem AC
mobil jumlahnya tidak bolah sembarangan. Tidak boleh terlalu sedikit pun tidak
boleh juga terlalu banyak atau berlebihan. Apa jadinya jika diisi terlalu
banyak freon? Berikut adalah 4 akibat kelebihan freon bagi AC mobil.

Pertama – Tekanan freon
meningkat drastis

Akibat kelebihan freon bagi AC mobil yang pertama adalah
terjadinya peningkatan tekanan freon (refrigerant) pada sistem AC. Tekanan yang
terlalu tinggi ini akan mengakibatkan mudah rusaknya sambungan-sambungan
komponen mekanis AC mobil terutama pada sambungan selang-selang dan pipa.

Apakah ini berbahaya? Ya ini akan berbaya jika pressure switch AC mobil Anda tidak bekerja. Pressure switch akan mendeteksi setiap tekanan yang dibawa oleh refrigerant setiap saat. Apabila terdeteksi tekanan yang terlampau tinggi, pressure switch akan menhentikan aliran arus listrik yang menuju ke magnetic clutch. Dengan pengentian arus ini, magnetic clutch akan berhenti bekerja dan putaran mesin tidak akan memberikan pengaruh apa pun pada kompresor AC.

Apabila magnetic clutch pada sistem AC berhenti atau mulai
bekerja kembali, akan ada tanda bunyi “klik” pada kompresor AC. Dan tentu saja
ini akan terjadi apabila kelebihan freon pada sistem AC.

Kerja dari pressure switch dalam menghentikan aliran arus
listrik hanya akan berhenti apabila tekanan yang dibawa oleh freon turun
(normal). Dan pada saat ini, arus listrik akan sampai pada magnetic clutch dan
magnetic clutch akan hidup kembali dan kompresor AC akan kemudian terhubung
kembali dengan putaran mesin melalui belt.

Kedua – AC menjadi
kurang sejuk / dingin

Akibat kelebihan freon bagi AC mobil yang kedua adalah AC
mobil menjadi kurang dingin atau kurang sejuk meskipun sudah di posisikan
switch-nya pada posisi paling dingin. Mengapa ini bisa terjadi? Alasannya sebagai
berikut.

Pada saat freon keluar dari kondensor seharusnya sudah dalam
bentuk kabut. Tetapi karena akibat dari kelebihan freon ini, refrigerant yang
keluar dari kondensor masih tetap dalam wujud gas sebelum menuju ke katup
ekspansi. Sehingga yang terjadi adalah AC tidak dingin atau setidaknya kurang
dingin.

Ketiga – Temperatur freon
tinggi

Akibat kelebihan freon bagi AC mobil yang ketiga adalah
freon mengalami temperatur yang lebih tinggi dari kondisi normal. Mangapa ini
bisa terjadi?

Ingat bahwa pada saat jumlah freon berlebih maka tekanan
yang terjadi yang dibawa oleh freon meningkat drastis. Ini juga berdampak pada
peningkatakan temperatur freon. Temperatur freon juga akan meningkat drastis
lebih dari temperatur pada saat kondisi jumlah freon normal. Hal ini akan
mengakibatkan freon yang masuk dalam kondensor akan lebih panas dari biasanya.

Akibat dari panas yang telampau tinggi pada freon adalah
ketidak tercapainya gas menjadi cair pada saat freon berada di dalam kondensor.
Dan tentu saja ini mengakibatkan secara keseluruhan sistem AC mobil tidak
bekerja dengan baik.

Keempat – Kerja
kompresor AC berat

Akibat kelebihan freon bagi AC mobil yang terakhir atau yang
keempat adalah beban kerja yang dialami oleh kompresor AC mobil Anda akan
menjadi sangat berat. Ini disebabkan karena jumlah refrigeran (freon) yang
terlalu banyak dalam saluran atau sistem AC mobil Anda.

Dengan jumlah yang lebih besar dari biasanya mengakibatkan
kompresor AC akan bekerja lebih ekstra untuk memompakan refrigerant ke seluruh
saluran sistem AC. Beban kerja yang semakin berat yang diterima oleh kompresor
AC ini akan berdampak pada komponen-komponen di dalam kompresor itu sendiri.

Bukan hanya itu saja, beratnya kerja kompresor AC ini juga
dapat berdampak pada konsumsi bahan bakar. Sehingga orang sering kali mengeluhkan
mengapa kendaraannya tiba-tiba menjadi lebih boros dari biasanya. Dan sekarang
Anda tahu, salah satu penyebabnya adalah akibat kelebihan freon bagi AC mobil.

Kesimpulan

Meski pada sistem AC mobil dipasang pressure switch untuk mengontrol tekanan pada sistem AC tetapi realitanya ini akan sangat riskan dengan kelebihan pengisian freon. Oleh karena itu, berhati-hati lah ketika mengisi freon dalam sistem AC mobil Anda. Bukan hanya kerusakan yang berakibat menurunnya kualitas AC mobil, tetapi juga pada berkurangnya umur komponen-komponen AC dan bahkan pada borosnya jumlah bahan bakar yang Anda gunakan saat berkendara.[]

The post 4 Akibat Kelebihan Freon bagi AC Mobil appeared first on Teknisimobil.com.