9 Komponen Sistem Pengapian Mobil dan Fungsinya

Teknisimobil.com – Sistem pengapian pada mobil, sepeti yang telah kita bahas sebelumnya baik tentang sejarah atau pembagiannya, sangat lah penting dalam sebuah kendaraan pembakaran dalam. Tentu saja hampir semua kendaraan pembakaran dalam seperti roda dua dan sebagainya. Sistem pengapian pada sebuah kendaraan pembakaran dalam bukan hanya penting melainkan juga sistem yang membangkitkan kehidupan pada kendaraan itu sendiri. Tanpa sistem pengapian mobil benar-benar tidak bisa berjalan, kecuali Anda mendorong atau menariknya. Untuk itu, pertama-tama kita perlu mengenal komponen sistem pengapian mobil dan fungsinya sekaligus. Berikut adalah uriannya.

Komponen sistem pengapian mobil

Komponen sistem pengapian
mobil dan fungsinya

Seperti yang telah saya sampaikan pada pembagian jenis pengapian, maka yang saya maksudkan pada artikel ini adalah komponen sistem pengapian mobil jenis konvensional. Apa saja komponen tersebut? Berikut adalah komponen sistem pengapian mobil beserta fungsinya.

Komponen sistem pengapian mobil
Keterangan gambar: a. bateri, b. kunci kontak, c. koil pengapian, d. kabel koil, e. platina, f. kondensor, g. distributor, h. kabel busi, i. busi.

Pertama – Baterai

Komponen sistem pengapian mobil yang pertama adalah baterai. Baterai adalah sumber energi pertama sebuah mobil pembakaran dalam, dan tentu saja, mobil listrik. Baterai yang dipakai, basah atau kering, adalah baterai dengan tegangan standar 12V. Sistem pengapian membutuhkan sekali sebuah baterai, karena pengapian pertama kali akan terjadi dengan menggunakan memanfaatkan daya baterai. Jika baterai lebih (atau hanya cukup untuk sistem starter saja), sistem pengapian jika tidak akan beberja.

Hal-hal penting tentang baterai mobil perlu Anda perhatikan untuk menghindari mobil tidak mau menyala (hidup) pada saat starting awal. Sebenarnya baterai dengan sistem pengisian (yang baik) akan mudah saja untuk selalu hidup setelah penyalaan awal berjalan dengan baik. Ini karena sistem pengisian akan menyuplai (mengisi) ulang baterai setelah digunakan.

Kedua – Kunci kontak

Kunci kontak untuk mobil-mobil baru yang digantikan dengan
banyak teknologi canggih misalnya saklar (tombol) atau bahkan sidik jari
menjadi tidak penting. Tetapi kunci kontak untuk mobil-mobil lama dan masih
banyak berada di pasaran saat ini, sangat penting untuk sistem pengapian.

Kunci kontak akan menggantikan saklar yang sering dipakai
pada sistem kelistrikan lain. Perannya tentu saja sebagai pemutus dan
penyambung arus listrik dari baterai menuju ke sistem pengapian. Dengan adanya
kunci kontak, kendali sistem pengapian benar-benar ada ditangap pengemudi atau
bahkan Anda.

Ketiga – koil pengapian
(ignition coil)

Komponen sistem pengapian mobil yang ketiga adalah koil
pengapian atau disebut juga ignition coil. Pekerjaan berat yang harus dilakukan
oleh sebuah koil pengapian. Sebuah koil pengapian harus merubah tegangan 12 V
dari baterai atau sistem pengisian menjadi tegangan minimal 5K volt hingga 25K.

Untuk menaikkan tengangan sebesar itu tidak ada jalan lain kecuali menggunakan sistem kerja trafo penaik tegangan. Di dalam nya tentu ada kumparan (dua), yang digunakan untuk menaikkan tengangan ini. Lebih lanjut bagaimana semua ini bekerja, baca;  koil pengapian mobil.

Ketempat – Kabel koil
(high voltage)

Komponen sistem pengapian mobil keempat adalah kabel koil.
Kabel koil adalah yang bertugas menyalurkan tegangan “ekstra” tinggi dari koil
ke distributor. Anda bisa membayangkan besar tegangan katakanlah 20.000 volt
yang harus dibawa oleh kabel koil.

Besarnya tegangan ini menuntut kabel tegangan tinggi untuk
memiliki bahan yang cukup baik dan juga tentu dengan daya hambat yang
sekecil-kecilnya untuk membuat tidak banyaknya tegangan yang hilang saat
disalurkan ke distributor.

Kelima – Platina

Komponen sistem pengapian mobil yang kelima adalah platina.
Bukan platina iridum ya! Hehehe… Platina juga sering disebut sebagai kontak
pemutur atau breaker point. Apa fungsi dari platina?

Platina dalam sistem pengapian berfungsi sebagai pemutus dan
penyambung arus. Yakni arus gulungan primer (pada koil) ke massa (ground).
Tentu saja tujuan dari pemutusan arus ini adalah untuk menimbulkan induksi pada
kumparan skunder pada koil. Jika platina tidak bekerja, dapat diteka bukan,
bahwa tegangan tinggi tidak mungkin dicapai oleh coil.

Keenam – Kondensor

Komponen sistem pengapian mobil yang berikutnya adalah kondensor. Sering juga kondensor dikenal dengan nama kondensator atau juga kapasitor. Apa gunanya ada kondensor di sistem pengapian?

Tugas atau fungsi utama kondensor dalam sistem pengapian
mobil adalah untuk mencegah adanya loncatan bunga api pada celah platina saat
platika melakukan kerjanya. Yakni pada saat platina terbuka dan tertutup untuk
memutus aliran arus koil. Ada fungsi lain dari itu, yakni untuk mempercepat pemutusan
arus primer koil. Dengan putusnya arus listrik pada kumparan primer lebih cepat
maka akan terbentuk medan magnet lebih cepat juga. Kecepatan terjadinya medan
magnet ini akan menimbulkan tegangan yang lebih tinggi juga yang dihasilkan
koil pengapian. Dan ini akan meningkatkan kerja
sistem pengapian
.  

Ketujuh – Distributor

(Silahkan baca untuk informasi lebih lengkap) distributor sebuah mobil adalah komponen sistem pengapian mobil yang ketujuh. Ini adalah komponen yang bekerja setelah terjadinya tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil pengapian. Lalu apa fungsi sesungguhnya?

Seperti namanya “distributor” maka tentu saja fungsinya
sebagai penyalur. Yakni menyalurkan arus dengan tegangan tinggi dari koil
pengapian ke busi-busi mobil melalui kabel-kabel busi. Tetapi ingat! Pembagiannya
tidak sembarangan melainkan harus sesuai dengan aturan pengapian atau firing
order (FO) yang berdasarkan jumlah silinder yang ada pada mesin.

Kedelapan – Kable busi

Komponen kedelapan dari sistem pengapian mobil adalah kabel busi beserta dengan aturan pembagian api (FO). Kabel busi seperti yang disampaikan di atas bahwa kabel busi akan menjadi jembatan mengalirnya arus dengan tegangan tingggi yang terjadi ke busi (dari distributor).

Kabel busi memiliki bahan yang seharusnya sama dengan kabel koil. Karena juga harus menyalurkan arus dengan tengangan tinggi yang, setidaknya, sama dengan kabel koil. Bahkan hambatan yang dimiliki pun seharusnya sama dengan kabel koil agar sistem pengapian dapat bekerja optimal. Perlu diketahui bahwa kabel busi jumlahnya sama dengan busi.

Kesembilan – Busi

Kesembilan dan yang terakhir dari komponen sistem pengapian
mobil adalah busi. Busi menjadi tempat terakhir besarnya arus dengan tegangan
tinggi yang dihasilkan oleh koil sebelum terjadinya pembakaran pada ruang
bakar.

Busi dalam bekerjanya adalah untuk memercikkan bunga api
yang akan terjadi di antara elektroda . Loncatan bunga api ini lah yang
kemudian memantik terbakarnya bahan bakar dan udara yang telah dikompresi oleh
piston. Meskipun kompresi piston sempurnya, tetapi jika api busi kecil, pembakaran
akan tetap sulit terjadi. Oleh karena itu, perlu menggunakan busi-busi terbaik
yang ada di pasaran ataupun keluaran dari pabrik pembuat mobil.

Itu tadi komponen-komponen sistem pengapian mobil dan
fungsinya. Semua memiliki peran masing-masing dan dapat kita lihat tidak ada
yang tidak penting meskipun ada yang lebih dominan. Untuk itu memahami
satu  persatu penting untuk dilakukan
baik sebagai pengetahuan umum atau pengetahuan khusus bagi pecinta dan praktisi
otomotif roda empat.[]

The post 9 Komponen Sistem Pengapian Mobil dan Fungsinya appeared first on Teknisimobil.com.