Auto News

Kiprah dan Peluang Galang Hendra Berlaga Kembali di Kejuaraan…

PORTIMAO (DP) – Penampilan Galang Hendra Pratama yang bertarung di World Super Sport 300 atau WSSP300 seri ke-10, di Algarve International Circuit, Portimao, Portugal, Jum’at – Minggu (15-17/9), sempat membuat pecinta balap di Tanah Air terpukau akan penampilannya.

Pebalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang statusnya wild card itu, memulai balapan dari posisi ke 10 dari 37 pebalap yang mengikuti jalannya lomba. Tentu hasil yang pantas diacungi jempol, bagi pebalap yang baru pertama kali ikut balapan kelas dunia dengan status wild card.

Walaupun, pada akhirnya pebalap yang umurnya 18 tahun ini gagal finis karena masalah elektronik.

“Dia itu cepat beradaptasi dengan motor dan tim, namun gangguan elektronik membuat dia harus masuk ke pit dan kurang beruntung, padahal dia sudah sangat yakin bisa fight. Buktinya, Galang bisa bertarung di posisi ke enam,” ungkap Muhammad Abidin, General Manager After Sales & Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Abidin menambahkan, penampilan yang ditunjukkan oleh Galang menjadi catatan positif bagi Yamaha Indonesia. Sehingga memunculkan isu, akankah binaan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) kembali bertarung di ajang kejuaraan dunia WSSP 300?

“Peluang itu ada, tapi masih dalam wacana,” imbuh Abidin kepada Dapurpacu.com melalui pesan singkat. [dp/Hml]

Auto News

Jangan ‘Ngirit’ Oli Mesin, Ini Penyebabnya

JAKARTA (DP) – Kondisi jalanan di kota-kota besar Indonesia semakin hari semakin padat. Dengan begitu, cara pandang dalam perawatan mobil khususnya pergantian tentu menjadi berbeda. Jika sebelumnya lebih dikenal aturan masa pergantian oli dengan jarak tempuh, maka kini sudah tidak berlaku lagi.

“Maksudnya oli tersebut harus diganti pada jangka waktu 10 ribu kilometer, tapi karena macet dengan mesin terus jalan tentu hal itu perlu diperhatikan, karena bila dilihat jarak tempuhnya kurang dari 10 ribu kilometer, tapi karena macet dan mesin tetap berjalan. Artinya, mesin bekerja itu bisa lebih dari 10 ribu kilometer,” ungkap Gordon Alexander Lit, Chief Technical and Training Officer Liqui Moly Asia Pacific PTE. LTD.

Pria berkewarganegaraan Singapura itu, menambahkan makanya jangan suka mengirit oli mesin, karena di dalam kota-kota yang punya lalu lintas macet, kinerja mesin bisa lebih jauh dari jarak tempuh yang terlihat dari roda.

“Jadi lebih baik rajin ganti oli, ketimbang mau irit tapi nanti risikonya bisa menyebabkan kerusakan pada mesinnya.”

Pihaknya merekomendasi bahwa, dalam satu tahun jika biasanya orang-orang mengganti oli sebanyak dua kali, sebaiknya ganti oli tiga kali dalam setahun. Berarti dalam empat bulan sekali ganti oli, agar mesinnya bisa lebih stabil. [dp/Hml]

Auto News

Helm Canggih Buat Mekanik Tim Aprilia Bisa Lihat Data…

RUMINI (DP) – Semenjak kasus tertabraknya kru tim mekanik saat melakukan flag to flag, oleh Alvaro Bautista yang kala itu membela tim Aprillia di MotoGP Argentina 2016. Kelengkapan keamanan untuk mekanik tim mulai diperhatikan.

Kali ini, tim Aprilia mencetak sejarah baru dengan mengenalkan DAQRI Smart Helmet, merupakan helm canggih yang bisa membaca data telemetri motor Aprilia yang turun di MotoGP seri Misano. Teknologi tersebut merupakan kerjasama antara Aprilia Racing dan Realmore salah satu perusahaan teknologi di Italia yang membantu pengembangan start-up.

Sehingga tak hanya memiliki fungsi sebagai pelindung, tetapi mekanik dengan helm tersebut dapat memvisualisasikan kondisi motor. Tak hanya itu, mekanik dengan mudah menandai perkabelan dan konektor sehingga memperkecil risiko kesalahan.

Disebut helm pintar karena bagian visor dari helm yang dipakai pit crew Aprilia ini memiliki fungsi sebagai layer dari system Augmented Reality. Sehingga dengan menggunakan hologram 3D, mekanik dapat melihat data secara real time soal telemetri, suhu air radiator, pelumas, dan ban. Sistem ini juga akan memberi tahu kapan saatnya part tersebut diganti. Helm tersebut juga bisa memastikan komposisi bahan bakar dan berapa banyak putaran motor. [dp/Hml]

Auto News

Modifikasi Royal Enfield Continental GT : Kental Aura Classic…

BALI (DP) – Tampilan Royal Enfield Continental GT yang sudah mempunyai kesan klasik yang terinspirasi oleh budaya rocker dan café racer, semakin ciamik lewat sentuhan modifikasi yang dilakukan oleh White Collar Bike.

Hasil karya yang istimewa ini lahir lewat kerja sama, antara White Collar Bike yang merupakan private shop milik builder Ram Ram Zanuar, dengan PT Distributor Motor Indonesia yang menjadi dealer resmi Royal Enfield di Tanah Air ini, muncul pertama pada acara pembukaan Exclusive Store Royal Enfield di Bali, (26/8) lalu.

White Collar Bike memilih untuk memodifikasi salah satu varian motor Royal Enfield yaitu Continental GT karena memiliki karakter kuat sebagai motor ikonik yang terinspirasi dari budaya rocker & café racing, sehingga membuat motor ini menjadi sangat populer di era tahun 1960-an.

Hingga saat ini, motor-motor café racer masih menjadi model yang sangat digemari oleh para bikers. Modifikasi Continental GT terinspirasi dari konsep classic racing, namun tetap mempertahankan karakter aslinya.

Dengan filosofi desain yang simple dan kerangka yang sederhana, motor-motor Royal Enfield telah lama dikenal sebagai kanvas modifikasi yang menarik perhatian para custom builders di dunia untuk berkreasi dan menghasilkan karya-karya terbaik mereka.

Agar menjadi café racer yang kental dengan kesan classic racing, roda depan dan belakang berukuran 160/50/17 diganti oleh jari-jari padat dengan velg TK serta ban Bridgestone. Fork depan dibuat lebih merunduk untuk menghasilkan tampilan racing yang lebih kental. Swing arm asli pada motor dimodifikasi sedikit dengan menambahkan beberapa inci ke dasar roda karena pipa knalpot yang letaknya terlalu dekat dengan ban belakang.

Salah satu keunikan terlihat pada garis yang terletak di tangki bensin yang tampak seperti dilukis. Namun, garis tersebut sesungguhnya adalah lembaran aluminium berlapis yang di las dari sisi dalam dengan menggunakan mesin router sehingga tampak seperti diukir. Shock breaker belakang diganti dengan model yang lebih klasik dan masing-masing shock ditutup menggunakan lembaran aluminium dengan teknik yang sama seperti tangki bensin.

Speedometer GT juga turut dimodifikasi dimana builder menambahkan komponen dengan menggunakan kabel manual. Untuk menghasilkan tampilan modifikasi yang lebih elegan, starter mesin menggunakan tombol berwarna hijau untuk menyalakan dan tombol merah untuk mematikan mesin. Switch pada motor ini dikembangkan selama beberapa bulan dan terbuat dari aluminium CNC yang berisikan beberapa tombol.

Lampu rem dibuat dari produk LED aftermarket yang dilapisi dengan aluminium dan ditempatkan pada posisi yang lebih mudah terlihat. Foot peg diperkokoh dengan menambah ketebalannya dengan material billet aluminium dan sisinya dipercantik dengan logo stainless steel Royal Enfield yang diukir.

Handle bar diubah dengan sudut yang dapat disesuaikan dan spion juga diganti dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, logo Royal Enfield yang terukir dari stainless steel juga tampak di masing-masing sisi tangki bensin. [dp]