Auto News

Seri 3 YSR 2017 Kelas Sport 250 Pro Munculkan…

SENTUL (DP) – Richard Taroreh sukses mengambil kemenangan pada seri 3  Yamaha Sunday Race (YSR) 2017, di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (17/9). Ini menjadi kemenangan pertamanya sejak YSR musim ini dimulai untuk kelas Sport 250 cc Pro.

Pebalap asal Sorong itu mampu memperbaiki kualitasnya dari seri-seri sebelumnya selama musim 2017. Capaian terbaiknya kali ini dengan total waktu 00:21:00.280.

“Ini memang podium pertama saya di kelas 250 cc. Baru podium 250 itu di IRS, jadi seri ke-3 YSR ini setelan motornya sudah pas,” terang Richard seusai balapan.

Di belakang Richard, Wilman juga mampu memperbaiki balapannya dengan selisih waktu 11.937 detik. Pada seri 1, pebalap bernomor 500 ini menjadi tercepat ketiga dan seri 2 sekedar menyelesaikan 12 lap yang dilombakan.

Sama seperti Richard, Anggi Setiawan juga baru kali ini merasakan angin segar podium YSR. Mantan murid Valentino Rossi ini mengakui karena  penjajakan jadi butuh penyesuaian yang cukup. Sehingga, pada seri ketiga, Anggi bisa mengambil jarak dengan Wilman selisih 0.244 detik sebagai pengisi di posisi 3. [dp/Rdo]

All New Yamaha Vixion

3 Dara Cantik Penunggang All New Vixion Panaskan Seri…

SENTUL (DP) – Seri 3 Yamaha Sunday Race 2017, yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, (17/9), semakin seru lewat kehadiran tiga dara cantik yang mengikuti victory lap komunitas di All New Vixion Victory Day se-Jabodetabek.

Jadi kali ini, lintasan Sentul tidak saja didominasi pria pecinta naked bike sport Yamaha Vixion, tapi juga 3 lady biker berkesempatan memanaskan kegiatan selama 2 putaran menunggangi All New Yamaha Vixion yang telah disediakan.

Adalah Dhiaz Nivana, Risma Trutus, Anisa Zulva Mirazqi Januar, yang juga kesehariannya mengendarai Vixion.

”Saya punya Vixion tahun 2011. Kenal Vixion dari ibu saya yang memang pecinta setia motor ini. Saya sendiri suka Vixion karena bodinya kecil cocok untuk cewek yang suka motor sport, irit banget dan nyaman. Sehari-sehari selalu nemenin buat kerja dan jalan-jalan. Turing juga, paling jauh ke Kuningan (Jawa Barat),” kata Dhiaz Nivana, usia 21 tahun, anggota klub Yamaha Vixion Adventure Jakarta.

Risma Trutus pun setia dengan Vixion tahun 2015 miliknya. ”Saya tahu Vixion dari teman. Vixion tampilannya sporty, ringan buat cewek, nyaman. Karena Vixion juga saya jadi punya banyak teman. Selain buat sehari-hari, saya juga suka turing pakai Vixion, paling jauh ke Jambi dan Lampung,” tutur Risma yang berusia 25 tahun, anggota Black Motor Community Jakarta Selatan.

Sementara itu, Anisa Zulva Mirazqi Januar juga mewakili generasi muda pengagum Vixion. Dia punya Vixion tahun 2014. Masih duduk di bangku kuliah, Anisa memilih motor populer itu jadi teman setianya. Bisa ikut victory lap sudah seperti hobi baginya.

”Ini sudah kali ketiga saya join victory lap Yamaha Sunday Race. Rasanya senang banget dan keren juga. Spesial juga karena banyakan cowok tapi mereka welcome. Suka Vixion karena desainnya, gampang dimodifikasi. Sudah lama menemani saya ke sekolah SMA dan sekarang ke kampus,” cerita Anisa yang juga member Family Vixion Bogor, usia 18 tahun.

Tiga lady bikers itu dan ribuan penggemar Vixion lainnya sukses menghebohkan All Vixion Victory Day se-Jabodetabek yang dipenuhi kebersamaan dan rasa kekeluargaan. Mereka pun turut menikmati aktivitas lainnya seperti Fun Riding Competition dengan All New Vixion, YRFI Great Weekend, Riding Analyzer, R15 Riding Experience, Racing Kit Market, hiburan musik dan lainnya. [dp]

Auto News

Start ke-13, Wawan Kejutkan Seri 3 YSR 2017 Lewat…

SENTUL (DP) – Seri ke-3 Yamaha Sunday Race (YSR) 2017, di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (17/9), menjadi moment spesial bagi Wawan Wello. Pasalnya, sejak seri pertama baru seri ini pria asal Sulawesi itu menaiki podium kemenangan di kelas Sport 150 cc Pro.

Mengejutkannya lagi, Wawan memulai balapan dari posisi ke-13 dari 14 pebalap yang menunggangi Yamaha R15. Tak disangka, kemampuannya mengendalikan R15 secara baik dan konsisten mengantarkannya  memimpin balapan sampai finis, dengan hasil waktu total 18:38.637.

“Saya start ke 13 terus langsung bisa masuk ke depan. Dari awal cuma ngikutin rombongan saja karena start dari belakang. Lap pertama keluar “S” kecil sudah di posisi pertama,” jelas Wawan seusai balapan.

Selain itu, Wawan mengakui, salah satu  penunjangnya bisa kompetitif karena didukung ban FDR dengan penggunaan depan pakai jenis medium dan belakang hard. “Motor lebih stabil.”

Tak ayal, Wilman Hammar dan Rapid Topan yang dua seri sebelumnya menguasai podium tertinggi harus ikhlas berada di barisan belakang, bahkan sama sekali tidak ikut naik singgasana kemenangan. Wilman hanya finis di posisi 5 dan Rapid di posisi 11.

Sementara membuntuti Wawan, ada pebalap asal Papua, Syahril Amin dengan selisih 0.070 detik dan posisi ketiga selisih waktu 0.507 detik, diisi oleh pebalap asal Sorong, Richard Taroreh yang konsisten pada seri sebelumnya selalu naik ke podium. [dp/Rdo]

Auto News

Unggah Foto Bisa ke MotoGP Malaysia Gratis, Ini Caranya!

JAKARTA (DP) – Helatan MotoGP musim 2017 cukup menarik perhatian. Perebutan antara Marquez dan Dovizioso di puncak klasemen sementara semakin ketat. Ditambah absennya Valentino Rossi karena cedera membuat prediksi akhir MotoGP 2017 berjalan dinamis.

Melihat euforia yang juga dirasakan oleh pecinta otomotif di Indonesia. Salah satu perusahaan e-commerce, BLANJA.com pun menggelar program menarik lewat kesempatan menonton langsung seri MotoGP Sepang, Malaysia nanti.

Di mana, GPMania Indonesia bisa berkesempatan hadir lebih dekat dengan para pebalap motor gaek menghabiskan musim 2017 secara gratis.

Caranya cukup mudah, GPMania cukup mengikuti kuis “BLANJA GP Sepang”  yang berlangsung dari 11 sampai 30 September 2017, hanya dengan mengunggah satu foto di akun instagram yang menunjukkan kamu GPMania. Dan dengan terus bertransaksi di BLANJA.com, kamu juga bisa mendapatkan kesempatan nonton MotoGP Gratis.

Tidak tanggung-tanggung, pemenang juga akan mendapatkan paket akomodasi dan transportasi PP Jakarta – Sepang.

Selain itu, jika tidak mendapatkan keberuntungan, BLANJA.com juga membuka pembelian tiket MotoGP mulai Mei sampai minggu kedua Oktober, seharga Rp 200 ribu sampai Rp 4.6 juta plus kemudahan pembayaran menggunakan kartu debit atau kredit dengan cicilan 0%. [dp]

Auto Bisnis

Ada Biaya Top Up E-Toll, Ekonom INDEF : Pemerintah…

JAKARTA (DP) – Dibukanya perizinan oleh Bank Indonesia kepada lembaga keuangan penerbit kartu elektronik (antara lain e-Toll) untuk memungut biaya saat isi ulang (top up), dinilai oleh ekonom dari Indef (Institute for Development of Economics & Finance), Bhima Yudhistira sangat kurang tepat untuk saat ini dan cenderung kontradiktif.

Apalagi, lanjut Bhima, kebijakan yang dikeluarkan BI itu kan bertepatan dengan pelaksanaan program pemerintah dalam upaya elektronifikasi pembiayaan tol hingga Oktober mendatang.

“Ini kontradiktif. Di satu sisi menyuruh masyarakat memakai transaksi non tunai (e-money), tapi justru dikenakan pungutan,” jelas Bhima saat dihubungi melalui pesan singkat oleh Dapurpacu.com, Jum’at (15/9).

Padahal, bisnis e-money atau e-toll sendiri bagi bank penerbit kartu sudah sangat menguntungkan. Saat pengendara membeli kartu elektronik saja, disitu terang Bhima, sudah ada biaya yang dibebankan ke pelanggan.

“Jadi, dari awal kan sudah bayar. Kita beli e-toll Rp 50 ribu saldonya cuma dapat Rp 30 ribu. Sisanya untuk biaya penjualan kartu dan maintenance.”

Bayangkan, Rp 20 ribu jika dikalikan jutaan pengguna e-toll. Sebuah langkah penarikan dana investasi gratis tanpa perlu perjanjian apapun.

“Jadi, bank sangat diuntungkan dengan masyarakat yang membeli e-money karena mendapat kucuran dana murah yang bisa diputar bank untuk salurkan ke kredit,” katanya.

Lebih lanjut, ungkap Bhima, pada 2016 saja nilai transaksi e-money mencapai Rp 7 triliun. Asumsikan 10% bunga kredit bank. Artinya, potensi keuntungan pemanfaatan dana e-money oleh bank mencapai Rp 700 miliar per tahun.

“Harusnya dengan keuntungan sebesar itu tidak perlu lagi memungut fee top-up, meskipun hanya Rp 1000 sekali transaksi top-up. Karena ini memberatkan masyarakat.”

Perlu diingat, karena ada unsur investasi dan itu sebagai dana simpanan masyarakat. Maka pelanggan berhak mendapatkan laporan, uangnya digunakan untuk apa. Masyarakat wajib mendapat transparansi. [dp/Rdo]