Cara Inreyen Motor Baru Dengan Benar

Rodakopi.com– Hari gini masih bingung soal reyen motor baru?, tenang sekarang redaksi rodakopi akan berbagi tips ke teman-teman semua bagaiman sih caranya reyen yang benar, kalau flashback ke belakang motor jadul kalau kita punya motor baru pasti waktu uji coba tidak boleh motor kita pakai berboncengan, itu kan dulu sekarang sudah berbeda.
Menurut klaim dari pabrikan motor baru sekarang tidak masalah dipakai buat boncengan, yang penting motornya jangan dibuat lari kencang di 500km pertama, teman-teman bisa membaca buku petunjuknya di situ sudah tertera aturan mainnya.
Langsung saja yuk kita simak cara yang aman dan nyaman mereyen motor baru sebagai berikut :
1.    Di 500Km pertama selalu menjaga RPM di rendah dulu jangan lebih dari 7000 boleh lebih tapi jangan sering-sering, karena di jika kita di RPM tinggi rentan akan keausan logam yang ada di dalam mesin, kalau merujuk di buku peraturan untuk motor 500km pertama motor wajib diservis ke bengkel resmi lho ya jangan di bengkel non resmi takutnya garansi bisa-bisa hilang.
2.    Periode setelah 500km kita bisa menggeber motor tapi jangan dipaksakan walaupun kondisi sprepart di mesin sudah sempurna, kalau rodakopi jangan digeber tetap sesuai buku petunjuk dan segera lakukan service kedua.
3.    Berhubung motor baru wajib dan ikuti dulu petunjuk dari pabrik terutama soal pemakaian oli jangan menggunakan oli sintesis dulu karena akan memperlambat kelicinan dan merusak mesin terutama di bagian silinder dan bearing.
4.    Di pagi hari gunakan kick starter dulu sampai mesin nyala dan stabil baru digenjot, dan untuk posisi motor waktu diparkir usahakan memakai standart tengah jangan posisi miring, karena jika diparkir miring oli akan terkumpul di satu titik yang bisa mengakibatkan oli tidak merata ke selurah bagian mesin, so disiplin merawat motor dijamin sprepart motor akan tahan lama.
Sudah tahu kan caranya mencoba motor baru dengan benar. |bowo

The post Cara Inreyen Motor Baru Dengan Benar appeared first on Roda Kopi – Berita Otomotif, Wisata Dan Kuliner.