Cara Kerja Koil Pengapian pada Mobil

Teknisimobil.com – Dari semua komponen sistem pengapian yang paling penting adalah koil pengapian. Dapat dikatakan koil pengapian adalah suatu piranti yang mampu mengubah daya dari baterai yang hanya sekitir kurang lebih 12 V menjadi sangat tinggi sekali. Ini yang kemudian akan mampu untuk membangkitkan bunga api pada busi sebelum penyalaan bahan bakar dan udara di dalam ruang pembakaran berlangsung. Adalah tidak mungkin akan dapat menghidupkan/menyalakan busi apabila tidak ada koil pengapian. Untuk itu, rasanya penting sekali untuk mengenal lebih jauh seperti apa cara kerja koil pengapian pada mobil tersebut. Tentu saja, kita akan melihat juga hal-hal penting yang barangkali akan bermanfaat bagi kita semua. Mari kita mulai saja!

Cara kerja koil pengapian

Konstruksi koil
pengapian

Sebelum kita melihat cara kerja koil pengapian pada mobil,
ada baiknya untuk mengenal lebih jauh konstruksinya terlebih dahulu. Ini akan
memberikan kita kemudahan untuk memahami cara kerja koil pengapian dan juga
menganalisanya saat terjadi masalah pada koil.

Jantung dari setiap sistem pengapian mobil adalah koil
pengapian. Ketika timah negatif kumparan di-ground-kan, sirkuit primer
(tegangan rendah) kumparan selesai dan medan magnet dibuat di sekitar kumparan
koil. Ketika sirkuit dibuka, medan magnet runtuh dan menginduksi tegangan
tinggi pada kumparan sekunder koil pengapian.

Koil menciptakan percikan tegangan tinggi dengan induksi elektromagnetik. Banyak koil pengapian mengandung dua gulungan kawat tembaga yang terpisah namun terhubung secara listrik. Kumparan lain adalah transformator sejati di mana gulungan primer dan sekunder tidak terhubung secara listrik.

Beberapa koil pengapian terhubung secara elektrik, disebut menikah, sedangkan yang lain menggunakan gulungan primer dan sekunder yang terpisah, disebut cerai. Polaritas (positif atau negatif) dari sebuah koil ditentukan oleh arah di mana koil itu digulung.

GBagian tengah koil pengapian mengandung inti dari besi lunak yang dilaminasi (strip tipis dari besi lunak). Inti ini meningkatkan kekuatan magnet koil.

Gulungan skunder koil
pangapian –
Di sekitar inti laminasi terdapat sekitar 20.000 kumparan kawat
halus (sekitar 42 gauge). Kumparan tersebbut disebut gulungan koil sekunder.

Gulungan primer koil
pengapian –
Di sekitar gulungan sekunder terdapat sekitar 150 putaran kawat
berat (sekitar 21 gauge). Gulunga ini disebut gulungan koil primer. Gulungan
sekunder memiliki sekitar 100 kali jumlah gulungan koil primer, disebut sebagai
turns ratio (sekitar 100: 1).

Cara kerja koil pengapian

Pada koil yang lebih tua, gulungan ini dikelilingi dengan
pelindung logam tipis dan kertas isolasi dan ditempatkan ke dalam wadah logam
yang diisi dengan minyak transformator untuk membantu mendinginkan gulungan koil.
Desain koil lainnya menggunakan koil E berpendingin udara dan disegel epoksi.
Koil E dinamakan demikian karena inti besi lunak yang dilaminasi berbentuk E,
dengan gulungan kawat melingkar di sekitar “jari” tengah E dan gulungan primer
dibungkus di dalam gulungan sekunder.

Cara kerja koil
pengapian pada mobil

Semua sistem pengapian menggunakan induksi elektromagnetik
untuk menghasilkan percikan tegangan tinggi dari koil pengapian. Induksi
elektromagnetik (EMI/ Electromagnetic
induction
) berarti bahwa arus dapat dibuat dalam konduktor (gulungan
koil) oleh medan magnet yang bergerak. Medan magnet dalam koil pengapian
dihasilkan oleh arus yang mengalir melalui gulungan koil primer. Koil pengapian
dapat meningkatkan tegangan baterai hingga 40.000 volt atau lebih dengan cara
berikut.

  • Tegangan baterai diterapkan pada gulungan
    primer.
  • Ground disediakan untuk gulungan primer oleh
    ignition control module (ICM), igniter, atau PCM.
  • Arus (sekitar 2 hingga 6 ampere) mengalir di
    koil primer menciptakan medan magnet.
  • Ketika ground (massa) dibuka oleh ICM, medan
    magnet bawaan runtuh.
  • Pergerakan medan magnet yang runtuh menginduksi
    tegangan 250 hingga 400 volt di gulungan primer dan 20.000 hingga 40.000 volt
    atau lebih di gulungan sekunder dengan arus 0,020 hingga 0,080 ampere.
  • Tegangan tinggi yang diciptakan pada gulungan
    sekunder cukup tinggi untuk melompati celah udara pada busi.
  • Busur listrik di busi memicu campuran
    udara-bahan bakar di ruang bakar mesin.
  • Untuk setiap percikan yang terjadi, koil harus
    diisi dengan medan magnet dan kemudian habis.
Cara kerja koil pengapian
Sistem pengapian primer digunakan untuk memicu dan karenanya menciptakan percikan sekunder (tegangan tinggi) dari koil pengapian.

Komponen pengapian yang mengatur arus dalam gulungan primer
koil dengan menghidupkan dan mematikannya dikenal secara kolektif sebagai sirkuit
pengapian primer. Ketika sirkuit primer membawa arus, sirkuit sekunder mati.
Ketika sirkuit primer dimatikan, sirkuit sekunder memiliki tegangan tinggi.
Komponen yang diperlukan untuk membuat dan mendistribusikan tegangan tinggi
yang dihasilkan dalam kumparan koil sekunder disebut sirkuit pengapian
sekunder. Seperti ditunjukkan pada gambar di atas.

Sirkuit tersebut termasuk komponen berikut.

Sirkuit pengapian primer

  1. Baterai

  2. Saklar pengapian

  3. Gulungan primer koil

  4. Pickup coil (sensor posisi crankshaft)

  5. Modul kontrol pengapian (penyala)

Sirkuit pengapian sekunder

  1. Gulungan sekunder gulungan

  2. Tutup distributor dan rotor (jika kendaraan dilengkapi)

  3. Kabel busi

  4. Busi

Perhatian: Percikan dari koil pengapian cukup kuat untuk
menyebabkan cedera fisik. Selalu ikuti prosedur servis yang tepat dan hindari
meletakkan tangan di dekat komponen pengapian sekunder saat mesin berjalan.[]

The post Cara Kerja Koil Pengapian pada Mobil appeared first on Teknisimobil.com.