Peningkatan Kepercayaan Masyarakat Amerika pada Mobil Swakemudi

Teknisimobil.com – Lambat laun teknologi benar-benar mampu memanjakan manusia dalam berbagai hal, tak luput dari itu adalah adanya peningkatan kepercayaan masyarakat Amerika pada mobil swakemudi. Peningkatan ini tampaknya memang akan terus terjadi hari demi hari. Dan akan merambah hingga ke seluruh dunia, termasuk juga Indonesia tentunya. Awal mula teknologi untuk swakemudi memang meragukan banyak pihak. Bukan masalah diterapkannya, tetapi masalah keselamatan yang mampu dikendalikan oleh mobil itu sendiri. Mengingat bahwa mobil swakemudi benar-benar dirancang untuk pengemudi dapat melakukan aktivitas di luar aktivitas mengemudi. Tetapi, para produsen rupanya tidak diam begitu saja untuk meyakinkan konsumen. Seperti kami lansir dari hC bahwa masyarakat Amerika memiliki kepercayaan lebih pada mobil swakemudi.

self-driving car photo

Photo by cdorobek

Ya, orang-orang Amerika perlahan berkurang rasa takutnya dan merasa lebih aman saat mengendarai mobil swakemudi atau dikenal dengan self-driving.

[Baca juga: Semi Overhaul – Membongkar Mesin tanpa Menurunkannya dari Mobil]

Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh American Automobile Association (AAA), terdapat setidaknya 63 persen pengemudi di Amerika yang berpartisipasi dalam survei tahunan mengatakan mereka perlahan berkuran rasa takutnya saat menaiki kendaraan swakemudi. Hasil ini merupakan sebuah lompatan sebesar 14 persen dari tahun 2017 lalu.

Dalam sebuah wawancara dikatakan oleh Direktur Teknik Transportasi dan Teknik AAA yakni Greg Brannon bahwa masyarakat Amerika mulai merasa lebih nyaman dengan gagasan untuk mengemudikan kendaraan swakemudi. Dia menambahkan bahwa dibandingkan dengan setahun yang lalu, AAA menemukan realita terdapat sekitar 20 juta lebih driver Amerika akan mempercayai kendaraan swakemudi untuk membawa mereka berkendaraan seperti mereka mengendarai kendaraan konvensional selama ini.

[Baca juga: Performa Tesla Model S – Bagaimana Kemampuannya?]

Pengetahuan yang tak kalah penting lainnya adalah ungkapan perbedaan sikap pada pria versus wanita, baby boomer versus pembalap X Generasi, dan usia 18-34 milenium demografis. Wanita lebih cenderung “takut” dan “merasa kurang aman” daripada pria yang mengendarai mobil swakemudi, masing-masing 73 sampai 52 persen, dan klip 55 sampai 36 persen berturut-turut.

Baby boomer dan pembalap Generasi X mencapai kisaran tinggi 40 dan kuran dari 50 persen dibandingkan millennial drivers (34 persen) karena lebih mungkin merasa kurang aman. 51 persen millennial melaporkan bahwa mereka sedikit takut naik kendaraan otonom, kelompok usia teratas dalam survei tersebut.

Statistik penting lainnya adalah 73 persen pengemudi memiliki tingkat kepercayaan tinggi dalam kemampuan mengemudi mereka, yang dapat mempengaruhi kemungkinan mereka membeli mobil swakemudi untuk mereka gunakan sehari-hari.

Didirikan pada tahun 1902, AAA adalah organisasi nirlaba yang menawarkan berbagai layanan di seluruh A.S. dan Kanada, seperti roadside, baterai, kredit darurat, perbaikan mobil, dan layanan asuransi untuk para anggotanya.

[Baca juga: Cara Mengganti Oli Mesin dan Filter Oli Honda Jazz]

Prestasi awal melihat pengaturan peraturan yang terkonsolidasi di seluruh batas negara, seperti validasi dan registrasi kendaraan bermotor lintas negara, serta berbagai isu lain yang mempengaruhi pengendara termasuk infrastruktur jalan raya, divestasi yang tepat atas pajak terkait kendaraan, dan advokasi untuk pencegahan mengemudi dalam keadaan mabuk .[]

The post Peningkatan Kepercayaan Masyarakat Amerika pada Mobil Swakemudi appeared first on Teknisimobil.com.