Volvo dan Uber Robotaxi; Ada apa?

Teknisimobil.com – Sejauh ini diketahui bahwa ada kerjasama antara Volvo dan uber, terlebih saat ini yakni muncul kerjasama baru yakni volvo dan uber robotaxi. Lalu apa sebenarnya bentuk kerjasama volvo dan ubertaxi tersebut? Mari kita simak bersama.

Volvo dan Uber Robotaxi

Robotaxi. Sumber: Forbes

[Baca juga: Hal-hal penting teoretis dalam kendaraan listrik]

Kerjasama antara Volvo dan Uber telah berlangsung selama tiga tahun. Tetapi, baru-baru ini telah mengalami perubahan menjadi pesanan mobil otonom yang besar. Volvo dan ride-hailing company Uber baru saja mengumumkan kesepakatan tiga tahun yang akan membuat Uber membeli hingga 24.000 kendaraan. Volvo baru akan membentuk awal armada taksi Uber yang otonom.

Keduanya telah menjadi mitra dalam mengembangkan kendaraan penggerak sendiri selama hampir tiga tahun. Kesepakatan itu telah melihat crossover Volvo XC90 yang dilengkapi dengan perangkat keras mengemudi otonom dari Volvo dan perangkat lunak dari Uber.

XC90s otonom telah menjalani pengujian di jalan, memberikan wahana nyata bagi penumpang asli di Arizona, dan juga di Pittsburgh.

Perjanjian baru akan disepakati dari 2019 sampai 2021. Ini akan melihat Uber membeli Volvo sesuai dengan apa yang menjadi kesepakatan tersebut yakni memanggil semua teknologi keselamatan, redundansi, dan teknologi penggerak inti yang diperlukan. Uber akan menambahkan teknologi self-drive ke kendaraan setelah dibutuhkan pengiriman. <span title=”The plan is for level 4 autonomy, or nearly fully autonomous.

“>Rencananya adalah otonomi tingkat 4, atau hampir sepenuhnya otonom.

Apa sebenarnya artinya? <span title=”Jeff Miller, Uber’s head of automotive alliances, told Automotive News a little bit more about the modifications Uber would complete.

“>Jeff Miller, kepala aliansi otomotif Uber, mengatakan kepada Automotive News sedikit lebih banyak tentang modifikasi yang akan diverifikasi Uber.

<span title=”The company won’t change the powertrain but does need to modify the braking and steering systems to increase from level 2 as delivered to level 4 autonomous driving capability.

“>Perusahaan tidak akan mengubah powertrain namun perlu memodifikasi sistem pengereman dan kemudi untuk meningkat dari level 2 seperti yang disampaikan ke tingkat 4 kemampuan mengemudi otonom.

“Itu adalah dua elemen yang membuat modifikasi sehingga kendaraan bisa beroperasi sebagai kendaraan otonom Level 4 yang bukan hanya Level 2 atau Level 3,” kata Miller. “Kita juga harus menanamkan sensor di sekitar kendaraan. Selain apa yang Anda lihat di atap ada beberapa sensor di balik fasia kendaraan. <span title=”We work with Volvo to integrate those changes.”

“>Kami bekerja dengan Volvo untuk mengintegrasikan perubahan tersebut.” Seperti kami lansir dalam hC.

<span title=”Uber hasn’t yet announced where it would be setting up a facility to complete the modifications.

“>Uber belum mengumumkan di mana akan menyiapkan fasilitas untuk menyelesaikan modifikasi.

Volvo masih berencana melanjutkan pembangunan otonom sendiri. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya masih mencari lebih banyak mitra, dan bersedia memasok kendaraan serupa ke perusahaan pengendara sepeda lainnya. Ini juga bisa menerapkan teknologi ke kendaraan lain seperti sedan S90, V90 wagon, dan XC60 crossover yang berbagi platform SPA XC90.[]

The post Volvo dan Uber Robotaxi; Ada apa? appeared first on Teknisimobil.com.